Kisah Sukses

Stained Glass Gal – Kesalahan dalam Menjual Kerajinan Lewat Internet

Seorang wanita asal Florida yang bernama Barbra Davis menemukan kesalahan-kesalahannya dalam menjual kerajinan stained glass lewat internet. Salah satu kesalahan tersebut adalah ia berjualan di delapan marketplace yang berbeda.

Salah satu koleksi Barbra Davis

Menurut sebuah artikel di situs GudangArt.com, stained glass atau kaca patri adalah sebuah ornamen yang biasa dipasang di dalam sebuah ruangan dengan tujuan untuk mempercantik interiornya. Kaca tersebut diberi desain dan warna-warna.

Barbra Davis dan suaminya, Jim Davis, membuat stained glass yang mereka rancang sendiri. Mereka mengaku membuat beberapa kesalahan ketika mulai memasarkan bisnisnya lewat internet. Barbra membagikan pengalamannya di situs Yahoo! Voices agar penjual kerajinan yang lain bisa menghindari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.

  • “Terlalu banyak website yang kami pakai”
  • Saat pertama kali Barbra dan Jim memutuskan untuk go online, mereka masih belum tahu mana marketplace yang tepat untuk berjualan. Barbra juga tak terlalu paham, mana situs e-commerce yang dikunjungi oleh banyak customer yang mencari kerajinan seperti stained glass.

    Selain itu, banyak situs-situs yang menawarkan jasa dengan biaya yang bervariasi. Ada yang gratis, ada juga yang mahal sekali. Situs yang gratis atau yang lebih murah ternyata tidak punya banyak customer. Akhirnya, Barbra dan Jim memutuskan untuk berjualan di delapan situs sekaligus.

    Saat menjalani bisnis online tersebut, Barbra mengalami kesulitan dalam mengatur semua toko online-nya. Selain itu, Barbra percaya, agar produknya dilirik pembeli, maka harus ada sesuatu yang baru dari penampilannya. Oleh karena itu, Barbra pernah mengganti foto-foto produknya dengan foto baru. Sehingga, ia menghabiskan waktu yang sangat banyak untuk memotret ulang produk.

    Barbra kewalahan. Setelah satu tahun berjalan, ia dan suaminya memutuskan untuk berjualan di tiga marketplace saja. Salah satunya adalah Etsy, sebuah e-commerce di mana banyak orang yang mencari kerajinan tangan.

  • “Nama toko yang kami pilih kurang menggambarkan produk”
  • Barbra memilih nama tokonya, yakni “FaithLady”, karena sebuah filosofi. Ketika pertama kali memulai bisnisnya, ia berpikir. Ia ingin dianggap sebagai wanita penjual kerajinan yang kuat; sekuat kaca-kaca yang ia buat.

    Ia tak pernah berpikir bahwa orang-orang mungkin akan bingung ketika membaca nama tokonya. Orang-orang tidak akan mengetahui secara langsung produk apa sebenarnya yang dijual di dalam toko tersebut.

    Ia hanya berpikir bahwa situs Etsy adalah situs yang besar dan tak banyak kompetitor pada waktu itu. Namun, lama kelamaan, banyak penjual stained glass baru yang bermunculan. Ini membahayakan posisinya. Akhirnya, Barbra dan Jim mengganti nama toko online-nya dengan “Stained Glass Gal”.

    Salah satu koleksi Barbra Davis
  • “Kami kurang terlibat di community
  • Tidak semua e-commerce yang Barbra dan Jim pakai memiliki komunitas untuk sekedar berbagi pengalaman, berbagi ilmu, atau bahkan membagikan rahasia sukses dari masing-masing seller. Namun, situs Etsy sebagai pegangan utama Barbra memiliki community yang sangat kuat di Amerika Serikat. Di forum community tersebut, seller-seller sering berbincang-bincang seputar produk yang mereka jual atau sharing pengalaman.

    Di tahun-tahun pertama, Barbra kurang melibatkan diri di forum-forum seperti itu. Belajar dari kesalahan, akhirnya Barbra memutuskan untuk aktif di forum tersebut. Hasilnya, cukup banyak traffic yang terjadi di situsnya. Produknya juga mulai dikenal. Setidaknya, di kalangan penjual di Etsy.

  • “Terlalu banyak sample yang kami buat”
  • Saat pertama kali membangun bisnis online tersebut, Barbra ingin dilihat sebagai toko stained glass yang berkualitas. Sehingga, ia membuat banyak sample dan berpikir, jika ada orang yang hendak membeli, ia dan Jim hanya perlu memperbaiki sample tersebut dan menambahkan beberapa elemen sesuai permintaan pembeli. Tapi, rata-rata pembeli tidak mau ditawarkan dengan cara seperti itu.

    Banyak orang-orang yang memang biasa membeli kerajinan tangan yang menginginkan sesuatu yang spesial. Mereka ingin kerajinan tangan itu dibuat khusus untuk mereka.

  • “Kami kurang mempromosikan stained glass buatan kami”
  • Barbra hanya mengandalkan toko-toko online yang terdapat di berbagai marketplace itu. Ia tidak memikirkan rencana promosi yang mumpuni. Belakangan ia menyadari bahwa seorang seller sangat memerlukan rencana promosi; di mana dan bagaimana lagi ia harus memperkenalkan produknya. Kemudian, Barbra dan Jim mulai membuat akun Twitter, Facebook, dan situsnya sendiri, StainedGlassGal.net.

Stained glass. Salah satu koleksi Barbra Davis

Barbra mau mengevaluasi dan membenahi bisnis online-nya. Ia memperbaiki kesalahan-kesalahan awal yang ia lakukan saat berjualan kerajinan. Kini, ia termasuk ke dalam salah satu penjual stained glass yang diperhitungkan.

 

***

 

(psr)

 

Sumber gambar: StainedGlassGal.net, FaithLady

Diterbitkan pada tanggal dan dibaca 2946 kali.

kontributor netpreneur indonesia

Langganan update terbaru


  • Angga Hijra

    nice tips, wajib di coba. 😀

ARTIKEL INI DITULIS OLEH

INTERAKSI

ARTIKEL TERKINI