Berita

Yuswohady: Mimpi Indonesia, Mimpi Wirausaha

Pakar dan pengamat bisnis Yuswohady mengatakan, tidak ada alasan bagi masyarakat Indonesia untuk tidak berwirausaha saat ini. Menurutnya, ide berwirausaha harus sesegera mungkin direalisasikan agar para calon wirausahawan dapat memperkuat ekonomi dan memperoleh kebebasan finansial. Hal ini disampaikan dalam acara peluncuran perdana situs netpreneur.co.id di Jakarta, Selasa (23/4) lalu.

Yuswohady menilai, Indonesia kini tengah mengalami revolusi entrepreneurship atau kewirausahaan. Revolusi ini bisa disamakan dengan revolusi kelas menengah. Menurutnya, revolusi ini terjadi karena Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia telah melampaui angka 3000 USD pada tahun 2010. Hal serupa telah lebih dulu dialami oleh negara Amerika, Cina, dan India. Bahkan, PDB Amerika telah melampaui angka 3000 USD sejak tahun 1920.

Revolusi kelas menengah ini, menurut Yuswohady, terjadi ketika sebuah negara mengalami masa transisi. Kondisi ekonomi masyarakatnya bergerak dari miskin menuju ekonomi menengah, yang diikuti oleh revolusi kewirausahaan.

“Indonesia tengah berada pada fase transisi tersebut. Ini tercermin dari fenomena yang disebut infrastructure bottleneck, yaitu keadaan di mana infrastruktur penunjang aktifitas tidak sebanding dengan jumlah penduduk di suatu negara,” kata Yuswohady.

Menurutnya, infrastructure bottleneck ini dapat dilihat dari ketimpangan kapasitas jalan raya dibanding jumlah penggunanya, sehingga menyebabkan masalah kemacetan yang sifatnya permanen dan terjadi setiap hari.

Di sisi lain, Yuswohady menilai bahwa infrastructure bottleneck ini bisa menjadi sinyal yang baik bagi perekonomian Indonesia. Fenomena ini menandakan Indonesia kini berada pada sebuah masa, di mana setiap orang yang tergolong lemah secara ekonomi memiliki dorongan untuk segera memperkuat finansialnya melalui praktek kewirausahaan.

“Masa transisi adalah periode yang sangat berharga untuk berwirausaha. Ini adalah kesempatan emas bagi siapa saja untuk membuka bisnis pribadi. Peluang kesuksesan sebuah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan lebih besar pada masa transisi ini. Hal ini terjadi karena jika perekonomian Indonesia telah stabil dan melewati masa transisi, UKM tidak akan mampu bersaing dengan usaha lain yang telah berskala besar. So, now is the perfect time for anybody to become an entrepreneur,” ucap Yuswohady.

Yuswohady melanjutkan, krisis ekonomi yang melanda Amerika dan Eropa kini telah menjadikan negara-negara di Asia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang kuat dalam perekonomian dunia.

“Ketika berbicara mengenai negara-negara Asia yang kuat dalam bidang ekonomi, kita tidak lagi berbicara tentang Singapura atau Hongkong. Kini, negara-negara Asia yang potensial di bidang ekonomi adalah Cina, India, dan Indonesia. Ketiga negara ini memiliki kekuatan pasar yang luar biasa. Dengan kata lain, ini adalah kesempatan emas bagi mereka yang ingin berwirausaha,” ujarnya.

The Indonesian Dream

Penduduk Amerika pernah mengalami fenomena yang disebut The American Dream. Fenomena yang sama juga pernah melanda masyarakat Cina, yang dikenal dengan sebutan The Chinese Dream. Saat ini, menurut Yuswohady, giliran penduduk Indonesia yang terkena “wabah” The Indonesian Dream.

“Indonesian Dream adalah sebuah mimpi yang dimiliki setiap orang dalam sebuah negara untuk bisa mendapatkan kebebasan finansial. Tiap individu ingin agar ia tidak selamanya bergantung dan bekerja pada orang lain. Semua orang bermimpi telah menjadi kaya dan sukses saat mereka menginjak usia tengah baya. Caranya? Dengan merintis usaha pribadi alias berwirausaha sedini mungkin,” papar Yuswohady.

***
(ar)

Diterbitkan pada tanggal dan dibaca 2659 kali.

kontributor netpreneur indonesia

Langganan update terbaru


ARTIKEL INI DITULIS OLEH

INTERAKSI

ARTIKEL TERKINI