Crowdfunding Adalah? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Ketika Anda bermaksud ingin mendirikan suatu UKM atau bisnis baru, salah satu hal yang paling dibutuhkan tentu saja berkaitan dengan modal atau pendanaan. Sistem crowdfunding adalah salah satu solusi yang dapat memecahkan masalah tersebut.

Dengan kemudahan internet saat ini, sudah marak sosial media dan situs terkait crowdfunding yang banyak bermunculan. Anda yang ingin mengembangkan bisnis dengan sistem ini tentu wajib mempelajari semua hal yang terkait seperti pengertian, jenis, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Memahami Apa Itu Crowdfunding

Lantas, apa yang dimaksud dengan crowdfunding? Pada dasarnya, kata crowdfunding diambil dari dua kata, crowd yang berarti ramai dan funding yang berarti pengumpulan dana. Jika diterjemahkan secara langsung, kata crowdfunding memiliki arti pendanaan yang dilakukan secara ramai-ramai.

Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal dengan sebutan urun dana. Adapun pengertian urun dana sendiri merupakan suatu pendanaan yang melibatkan banyak orang (dalam hal ini masyarakat luas) yang biasanya dilakukan melalui jejaring internet hingga sosial media.
Dengan kata lain, crowdfunding merupakan salah satu teknik pengumpulan dana yang dilakukan secara kolektif oleh banyak orang. Tujuan pengumpulan dana ini beragam, namun umumnya untuk kegiatan seperti bisnis hingga aktivitas kemanusiaan.

Contoh Crowdfunding di Indonesia

Lantas, seperti apa contoh crowdfunding? Di Indonesia sendiri, sejatinya ada berbagai macam contoh crowdfunding yang dapat ditemukan. Anda bahkan mungkin sudah akrab dengan beberapa platform penggalangan dana seperti Akseleran, KitaBisa, hingga Amartha.
Dari beberapa contoh di atas dapat dilihat jika secara umum, pendanaan akan dilakukan setelah Anda mengunggah atau melampirkan proposal bisnis yang potensial. Apabila ada investor atau orang lain yang tertarik dengan bisnis tersebut, penanaman modal akan bisa segera dilakukan.

Jenis-jenis Crowdfunding

Seperti yang telah diketahui, crowdfunding adalah bagaimana banyak orang mengumpulkan dana dalam tujuan tertentu. Crowdfunding sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan sistem pengumpulan dananya. Berikut setidaknya empat jenis dari crowdfunding tersebut :

Equity Crowdfunding

Equity crowdfunding atau yang juga disebut dengan crowd-investing (ECF) merupakan jenis pendanaan yang dilakukan dengan menawarkan saham kepada suatu investor. Umumnya, langkah crowdfunding ini dilakukan pada startup atau usaha menengah dengan modal besar.

Jika dilihat lebih detail, equity crowdfunding adalah sistem pendanaan yang terbilang rumit. Meski demikian, hasilnya akan sangat besar. Sayangnya, jenis urun dana ini juga menuntut pemilik bisnis agar dapat mengembalikan investasi dari pengembangan yang telah dilakukan melalui dana investor.

Reward Crowdfunding

Jenis pendanaan yang satu ini mirip dengan ECF, namun bedanya dalam reward crowdfunding, keuntungan tidak berupa saham melainkan berupa penawaran potongan harga, layanan keanggotaan, uji coba gratis, dan sebagainya.

BACA JUGA :  Yuk Kenali, Lebih Dekat Kurikulum Merdeka Belajar Agar Semakin Mengerti

Adapun jenis crowdfunding ini cocok dipakai oleh para pebisnis atau startup yang baru saja dirintis. Crowdfunding ini memang merupakan jenis pendanaan yang menggunakan hadiah guna menarik para investor. Anda dapat menggunakan strategi level reward agar investor semakin tertarik.

Debt Crowdfunding

Jika dilihat dari namanya, debt crowdfunding mirip dengan jasa peminjaman uang. Dari sistemnya sendiri juga cenderung mirip di mana Anda akan datang ke tempat peminjam lalu meminjam sejumlah uang guna keperluan bisnis untuk kemudian dikembalikan dalam kurun waktu tertentu.

Dengan demikian, debt crowdfunding adalah pendanaan yang sifatnya pengajuan pinjaman. Sebagai contoh, Anda mempunyai bisnis dan melakukan pengajuan 100 juta rupiah. Saat bisnis sudah mencapai keuntungan lebih, maka dana pinjaman awal dan ditambah dengan bunga harus dikembalikan sesuai jangka waktu tenor yang sudah ditetapkan.

Donation Crowdfunding

Sesuai namanya, jenis pendanaan yang satu ini dilakukan dengan cara donasi sebagai metode pengumpulan dana. Urun dana ini banyak dimanfaatkan sebagai bantuan sosial, baik untuk orang-orang sakit yang kurang mampu, bantuan bencana alam dan kemanusiaan, dan sebagainya.

Apabila bisnis Anda berkaitan dengan donation crowdfunding Indonesia, maka sebaiknya bisnis tersebut berkaitan dengan lingkungan atau pemberian manfaat bagi banyak orang. Dengan begitu, orang-orang akan tergerak dan ikut berdonasi membantu bisnis yang sedang Anda dirikan tersebut.

Cara Kerja Pendanaan Crowdfunding

Crowdfunding merupakan pengumpulan dana yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, alur pendanaannya juga dilakukan secara sistematis sehingga dapat berjalan dengan lancar. Secara garis besar, berikut cara kerja crowdfunding yang dapat dilakukan.
Pembuatan Proposal Usaha

Membuat proposal usaha yang informatif dan menarik menjadi langkah awal dalam proses crowdfunding. Hal ini dimaksudkan agar investor tersebut menangkap maksud pada proposal sehingga kemudian tertarik menanamkan modal pada bisnis yang akan Anda jalankan.

Dikarenakan crowdfunding adalah program pendanaan yang menyangkut banyak pihak, pastikan informasi yang dicantumkan lengkap. Mulai dari tujuan bisnis, jenis usaha, manajemen, hingga alur pemasaran. Penyajiannya dapat dilakukan secara interaktif seperti halnya company profile.

Pendaftaran pada Platform

Setelah membuat proposal usaha yang jelas, Anda dapat langsung mendaftarkan proposal usaha tersebut pada platform crowdfunding. Cara kerjanya mirip dengan donasi, yakni meminta bantuan dari banyak orang untuk melakukan pendanaan guna memenuhi kebutuhan tertentu.

Saat ini, ada berbagai aplikasi crowdfunding yang dapat diakses untuk keperluan pendaftaran usaha. Oleh karena itu, selalu pastikan platform pendanaan yang akan Anda pilih nantinya merupakan aplikasi yang berkualitas, terpercaya, serta memiliki regulasi yang jelas.

BACA JUGA :  Standar Rasio Keuangan Perusahaan yang Sehat dan Cara Mengukurnya

Memantau Perkembangan Proposal

Jangan lupa juga untuk selalu memantau perkembangan pengajuan proposal usaha tersebut. Apabila ada investor yang memberikan pertanyaan seputar bisnis tersebut, Anda dapat segera menjawab atau membalasnya dengan jelas.

Apabila respon yang Anda berikan cepat dan maksimal, maka pemilik modal akan merasa lebih tertarik dengan perencanaan dan proposal bisnis tersebut. Mereka juga akan semakin yakin untuk menanamkan modalnya pada bisnis yang Anda jalankan.

Kelebihan dan Kekurangan Pendanaan Crowdfunding

Setelah mengetahui cara kerja pengajuan crowdfunding, Anda perlu memahami juga bahwa sistem ini mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangannya. Secara umum, kelebihan dan kekurangan crowdfunding beragam dan dapat menjadi pertimbangan.

1. Kelebihan Crowdfunding

Sebagai cara mengumpulkan dana untuk merintis berbagai bisnis, crowdfunding mempunyai beberapa kelebihan, terutama bagi perusahaan yang mengajukan proposal pendanaan tersebut. Berikut beberapa kelebihan yang dimaksud:
Bisnis semakin cepat dikenal

Meskipun crowdfunding adalah pendanaan untuk tujuan tertentu, secara tidak langsung bidang usaha Anda akan dikenalkan kepada publik. Hal ini karena penggunaan sejumlah media seperti sosial media, website, hingga berbagai alternatif lain untuk menginformasikan campaign tersebut.

Proses pengajuan yang relatif mudah

Pendanaan crowdfunding sejatinya juga cukup mudah. Anda bahkan hanya perlu melakukan pengajuan melalui online sehingga tidak harus mengunjungi setiap calon investor. Tentu akan repot jika Anda mengunjungi calon potensial tersebut satu per satu.

Membangun basis pelanggan

Sebagai salah satu metode penggalangan dana, crowdfunding adalah cara yang terbilang mudah dilakukan. Akan tetapi, pastikan kembali produk atau layanan bisnis Anda dapat diterima oleh setiap target pasar. Dengan demikian, informasi bisnis dapat dilihat oleh siapa saja sehingga akan menghasilkan basis pelanggan yang berpotensi memberi keuntungan.

Dapat menentukan sistem sendiri

Dalam pengaplikasian crowdfunding, Anda sejatinya dapat menentukan sendiri sistem pendanaan yang akan digunakan pada bisnis tersebut. Sebagai contoh, jika bisnis tersebut berfokus pada masalah sosial, sistem donation crowdfunding dapat menjadi pilihan tepat.

Berbeda jika bisnis yang Anda miliki sudah mulai berkembang dan ingin mendapatkan dana lebih besar, maka penggunaan equity crowdfunding lebih cocok untuk bisnis tersebut. Meski demikian, pastikan bisnis tersebut mendapatkan laba yang cukup untuk dibagikan juga dengan investor.

2. Kekurangan Crowdfunding

Meskipun crowdfunding merupakan salah satu metode pendanaan yang cukup mudah dilakukan, namun tetap saja ada kekurangan dan risiko yang mesti Anda perhitungkan. Adapun risiko yang dimaksud yakni sebagai berikut:

Ide bisnis mudah dicuri

Saat melakukan crowdfunding, Anda tentu akan menjelaskan ide dan detail bisnis tersebut kepada banyak orang. Sayangnya, hal ini malah akan menimbulkan risiko pencurian ide bisnis oleh kompetitor hingga orang lain. Jika penggalangan dana Anda kurang berhasil, hal ini akan merugikan.

BACA JUGA :  7 Perbedaan Asuransi Umum Dan Asuransi Syariah

Target dana mungkin tidak tercapai

Tentunya, keberhasilan crowdfunding adalah dihitung dari bagaimana para investor mau membantu pengembangan bisnis tersebut. Meskipun informasi yang disampaikan sudah menarik dan jelas, tidak dapat dipungkiri jika target dana tidak didapatkan secara maksimal dan mengganggu produktivitas.

Keamanan sistem yang dipertanyakan

Saat ini, sudah banyak platform yang menyediakan sistem crowdfunding. Sayangnya, tidak semua platform atau aplikasi tersebut aman digunakan. Jika platform tersebut tidak mempunyai tingkat keamanan data yang tinggi, tentu saja akan berisiko bagi data-data pribadi bahkan perusahaan.

Perbedaan Crowdfunding dan Peer to Peer Lending

Sering kali, crowdfunding disamakan peer-to-peer lending (P2P lending) karena sama-sama merupakan alternatif pendanaan yang terbilang populer. Padahal, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup mendasar. Lantas, apa perbedaan crowdfunding dan peer to peer lending?

Proses Pengajuan

Selain itu, dari segi proses pengajuan keduanya juga berbeda. Pengajuan P2P lending mirip halnya seperti pinjaman online. Anda perlu mengisi data pribadi secara jelas dan siapkan berbagai dokumen yang diperlukan. Data tersebut akan diverifikasi dan jika layak akan diberi pinjaman.

Adapun pengajuan crowdfunding adalah sebagai berikut. Anda mengajukan pendaftaran diri ke salah satu perusahaan fintech, kemudian membuat proposal bisnis dan presentasi. Jika investor tertarik, mereka akan menghubungi Anda untuk kemudian melakukan transaksi penanaman modal.

Jumlah dan Tenor Pinjaman

Nominal pinjaman yang diberikan oleh ketika Anda mengajukan P2P lending akan ditentukan oleh perusahaan fintech tempat Anda mengajukan pinjaman. Di sisi lain, tenor atau waktu pinjaman disesuaikan dengan kesepakatan awal, biasanya antara 3-12 bulan.

Lantas, bagaimana dengan sistem crowdfunding di Indonesia apa saja? Crowdfunding umumnya mempunyai tenor berbeda-beda, bahkan lebih lama hingga 1 tahun lamanya. Adapun nominal yang ditetapkan beragam, namun ada lebih banyak orang yang berperan sebagai pemberi dana.

Sistem Pendanaan

Salah satu perbedaan yang cukup mencolok antara P2P lending dan crowdfunding terdapat pada sistem pendanaannya. Sistem P2P lending dilakukan dengan pemberian pinjaman kepada nasabah yang ditandai dengan perjanjian bersifat legal.

Sementara itu, crowdfunding lebih banyak berkaitan dengan sistem pendanaan sukarela atau donasi. Anda sebagai seorang pebisnis yang membutuhkan dana hanya perlu melakukan presentasi bisnis kepada para investor sebagai pemberi dana.

Penutup :

Itulah beberapa hal mengenai crowdfunding yang penting untuk Anda ketahui. Sejatinya, semua crowdfunding adalah metode yang tepat untuk pengembangan bisnis, namun perlu disesuaikan kembali dengan kebutuhan bisnis Anda. Semoga bermanfaat!

Sumber Referensi :

https://www.gramedia.com/best-seller/crowdfunding/
https://www.bizhare.id/media/investasi/perbedaan-equity-crowdfunding-dengan-peer-to-peer-lending
https://www.julo.co.id/blog/perbedaan-peer-to-peer-lending-dan-crowdfunding
https://www.idxchannel.com/market-news/6-aplikasi-crowdfunding-di-indonesia-yang-tepercaya
https://www.finansialku.com/top-10-situs-crowdfunding-untuk-pendanaan/