7 Tips Efektif Investasi Sejak Usia 20, Wujudkan Impian Finansialmu

Berdasarkan survei melalui aplikasi Jakpat pada tahun 2022, sebanyak 30% responden memulai investasi usia 20 hingga 24 tahun. Jumlah tersebut terbilang masih sedikit, dibandingkan dengan fakta bahwa pengetahuan literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mengalami perbaikan.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022 menunjukkan, literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia meningkat. Mungkin, dalam praktiknya kamu masih kesulitan untuk investasi. Nah, berikut tips untuk memulai investasi di usia 20 tahun.

7 Tips Efektif untuk Investasi di Usia 20 Tahun

Berikut ini adalah 7 tips untuk memulai investasi usia 20 tahun, agar kamu dapat menjangkau impian finansial yang mapan, yaitu:

1. Tetapkan Tujuan Investasi

Tips yang pertama, kamu harus menentukan tujuan investasi. Misalnya, apakah untuk tujuan keuangan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang.

Jika kamu berinvestasi karena ingin membeli tas atau sepatu, itu dapat dikategorikan sebagai tujuan jangka pendek. Sedangkan, kalau kamu ingin investasi untuk membeli rumah atau melakukan bisnis sendiri di masa depan, tujuan keuangan tersebut termasuk tujuan jangka panjang.

Dengan menentukan tujuan, maka dapat membantu kamu dalam memilih instrumen investasi yang tepat. Selain itu, bisa menjaga fokus kamu dengan target keuangan yang ingin dicapai.

2. Kenali Jenis Investasi

Setelah menentukan tujuan investasi, tentu kamu harus memilih instrumen investasi yang sesuai, agar tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari berbagai jenis investasi yang tersedia.

Misalnya, investasi saham, obligasi, reksa dana, properti, dan sebagainya. Lakukan riset terlebih dahulu sebelum memantapkan niat dalam memilih instrumen investasi.

Kamu bisa berkonsultasi dengan teman atau keluarga yang paham dengan instrumen investasi. Selain itu, bisa juga dengan belajar melalui media sosial, seperti di akun Youtube RH Channel.

BACA JUGA :  Investasi Saham vs Emas, Mana yang Paling Untung?

Selain itu, terus perbarui pengetahuan kamu mengenai keuangan. Tetap belajar tentang pasar keuangan, ekonomi, dan berbagai instrumen investasi. 

Pasalnya, pengetahuan yang selalu diperbarui akan membantu kamu dalam membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan potensial. Dengan demikian, kamu dapat mewujudkan impian finansialmu.

3. Lakukan Diversifikasi Portofolio

Memulai investasi usia 20 an tentu memiliki tantangan tersendiri. Jika salah langkah, dapat mengakibatkan kerugian yang fatal. Maka dari itu, kamu jangan menaruh semua investasi dalam satu instrumen saja.

Lakukan diversifikasi portofolio dengan berinvestasi dalam beberapa kelas aset yang berbeda. Sebagai contoh, kamu melakukan investasi di reksadana obligasi dan juga saham.

Dengan demikian, dapat membantu mengurangi risiko kerugian dan melindungi nilai investasi kamu dari perubahan pasar yang terjadi secara tiba-tiba. 

Apabila kamu melakukan investasi di satu instrumen saja dan ternyata mengalami penurunan nilai secara signifikan, maka dapat merugikan kamu. Jika hal itu terjadi, bisa membuatmu stres dan kehilangan semangat untuk investasi.

4. Pahami Toleransi Risiko

Tips investasi usia 20 berikutnya adalah dengan memahami toleransi risiko. Pasalnya, setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda, bergantung pada pendapatan dan juga pengeluaran.

Pertimbangkan dengan matang seberapa banyak risiko yang dapat kamu terima sebelum membuat keputusan investasi. Sebab, kamu juga harus memikirkan biaya hidup lainnya, seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan dana darurat.

Selain itu, jangan berinvestasi dengan jumlah yang membuat kamu merasa sangat tidak nyaman, jika nilai investasi turun sementara. 

Lakukan investasi sesuai dengan tingkat toleransi risiko kamu. Misalnya, dengan menyisihkan 10% dari pendapatan setiap bulannya, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan rutin. 

Ada tiga kategori investor berdasarkan profil risiko, sebagai berikut:

  • Agresif: Investor yang mampu menghadapi risiko tinggi dan mencari pertumbuhan modal maksimal. Mereka cenderung berinvestasi dalam aset berisiko tinggi, seperti saham dan reksa dana saham. 
  • Moderat: Investor yang mencari keseimbangan antara risiko dan imbal hasil. Mereka memilih instrumen investasi dengan hati-hati dan mungkin berinvestasi dalam reksa dana pendapatan tetap atau campuran. 
  • Konservatif: Investor yang menghindari risiko tinggi dan lebih suka investasi aman dengan risiko rendah. Misalnya, dengan berinvestasi di reksa dana pasar uang dan emas.
BACA JUGA :  Agio Saham: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Pencatatannya

5. Hindari Utang Konsumtif

Berikutnya, kamu harus berupaya untuk menghindari utang konsumtif yang tidak produktif. Jangan tergiur dengan barang diskon yang menawarkan harga murah!

Masalahnya, bukan terletak pada harga diskon, tetapi seberapa konsumtif kamu membeli produk-produk yang tidak dibutuhkan. Apalagi jika hanya menumpuk utang-utang.

Jika kamu memiliki utang seperti pinjaman mahasiswa atau kartu kredit, prioritaskan untuk melunasi utang tersebut secepat mungkin. Utang biasanya memiliki tingkat bunga yang tinggi, sehingga semakin lama membayar, semakin banyak uang yang harus kamu bayar dalam jangka panjang.

Pasalnya, utang dapat membebani keuangan kamu dan mengurangi kemampuan untuk berinvestasi serta membangun kebebasan finansial di masa depan. Apabila pemasukan yang kamu miliki hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan membayar utang, tentunya akan sulit untuk memulai investasi.

6. Cari Pendapatan Tambahan

Meski sudah menghemat, kebanyakan orang masih kesulitan untuk menabung maupun investasi. Oleh karena itu, cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencari penghasilan tambahan.

Nah, kamu bisa mencari peluang untuk meningkatkan pemasukan. Misalnya, bisa dengan mencari pekerjaan paruh waktu, menjual barang bekas, atau bahkan mencoba usaha sampingan.

Cari pekerjaan sampingan yang tidak mengganggu prioritas utama kamu saat ini. Jika kamu masih kuliah, tentu prioritas utama kamu adalah menyelesaikan pendidikan.

Maka, kamu bisa mencari pekerjaan paruh waktu sesuai kemampuanmu. Sebagai contoh, memberikan les kepada anak-anak ataupun menjadi reseller. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

7. Jangan Tunda Investasi

Kebanyakan orang memilih untuk menunda investasi, karena tidak memiliki banyak pengetahuan tentang pasar keuangan. Namun, kondisi tersebut sekarang bukan menjadi alasan lagi.

Kalau kamu seorang pemula, reksa dana bisa menjadi pilihan yang baik. Reksa dana adalah instrumen investasi berupa kumpulan dana dari berbagai investor yang dikelola manajer investasi profesional.

BACA JUGA :  8 Cara Menabung 100 Juta dalam Setahun, Dijamin Ampuh!

Dengan reksa dana, kamu dapat mengurangi risiko, karena dana diinvestasikan di berbagai instrumen keuangan. Sehingga, potensi kerugiannya kecil.

Untungnya, saat ini sudah banyak aplikasi reksadana yang telah diawasi oleh OJK, seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanam Duit, dan masih banyak lagi. 

Kamu Siap Investasi di Usia 20 Tahun?

Dengan mengikuti 7 tips investasi usia 20 tahun, kamu telah membuka pintu menuju impian finansial di masa depan. Seperti untuk liburan, membeli rumah, mobil, tabungan nikah, hingga persiapan uang sekolah anak. Ingatlah bahwa investasi memerlukan kesabaran, ketekunan, dan pembelajaran yang tidak pernah berhenti.

Tidak peduli seberapa besar pendapatan kamu, investasi adalah langkah penting untuk mencapai tujuan keuangan. Dengan memulai investasi di usia 20 an, kamu memiliki keuntungan waktu yang sangat berharga. Karena waktu yang kamu miliki untuk mengumpulkan imbal hasil investasi yang cukup panjang.