Mengenal Overspending di Kalangan Milenial dan Cara Mencegahnya

Overspending adalah istilah yang berkaitan dengan gaya hidup seseorang. Di mana seseorang yang mengalaminya cenderung memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan. Hal ini tentu bisa terjadi karena berbagai macam faktor. Bisa dari internal maupun eksternal.

Sayangnya, fenomena pengeluaran berlebihan kini justru banyak terjadi di kalangan generasi milenial. Terutama bagi mereka yang baru bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Lantas, bagaimana cara mencegah overspending agar tidak terus terjadi dan merusak cashflow keuangan?

Apa Itu Overspending?

Jadi, overspending adalah istilah yang bisa diberikan pada seseorang yang membelanjakan keuangan dengan berlebihan. Artinya, istilah ini merujuk pada kondisi keuangan yang lebih besar pengeluaran, daripada pendapatan.

Dari kebiasaan ini, tidak jarang juga banyak orang yang akhirnya berutang demi menutupi pengeluaran yang tak terhingga itu. 

Pengertian lain menjelaskan bahwa overspending adalah kegiatan menghabiskan uang yang lebih banyak di luar dari kebutuhan primer hingga melampaui kemampuan atau daya dukungnya.

Hal ini bisa terjadi berawal dari sikap pemborosan yang tidak terkontrol. Menariknya, fenomena ini dapat menjadi kebiasaan yang tentu saja akan memberi pengaruh buruk terhadap keuangan seseorang dalam jangka panjang.

Penyebab Overspending di Kalangan Generasi Milenial

Di kalangan generasi milenial, berbagai penyebab overspending adalah sebagai berikut.

1. Tidak Dapat Menahan Godaan Diskon

Tak bisa dipungkiri, jika diskon atau potongan harga selalu menjadi hal yang menarik bagi semua orang. Apalagi harga yang ditawarkan kepada pembeli juga menjadi sangat murah. Ini merupakan salah satu trik marketing yang terbukti ampuh menarik perhatian konsumen.

Mengutip dari laman cnbc.com, sebanyak 74% konsumen mengatakan jika mereka memiliki budget dengan nominal tertentu. Sayangnya, 79% di antaranya justru gagal dan memiliki pengeluaran lebih besar dari budget tersebut. Salah satunya disebabkan karena godaan diskon, khususnya di platform online shopping.

BACA JUGA :  Apa Itu Amortisasi? Begini Contoh dan Cara Menghitungnya

Jika kamu tidak memiliki kontrol diri yang kuat, tentunya akan tergiur membelanjakan uangmu untuk membeli barang diskon tersebut, meski sebenarnya itu bukanlah barang yang penting atau termasuk kebutuhan primer.

Banyak generasi milenial yang berpikir bahwa diskon barang tersebut tidak akan terjadi lagi di masa depan. Jadi, mereka harus segera beli ‘mumpung’ sedang diskon.

2. Pengaruh dari Teman Sebaya

Selanjutnya, pengaruh dari teman sebaya juga menjadi penyebab seseorang melakukan overspending. Jika pergaulan yang diikuti memiliki kebiasaan hidup bermewah-mewahan dan gemar menghamburkan uang, tentu kamu yang ada di dalamnya bisa ikut terpengaruh.

Kondisi ini terjadi karena biasanya anak muda kerap merasa takut kehilangan hubungan pertemanan. Jadi, mau tidak mau, mereka akan mengikuti pergaulan dan gaya hidup teman-temannya tersebut.

3. Tidak Bisa Berpikir Jernih

Penyebab pengeluaran berlebihan yang terakhir adalah tidak dapat berpikir jernih. Hal ini kerap terjadi jika kamu adalah tipe orang yang selalu beralasan ingin menyenangkan hati dengan membeli semua barang.

Padahal, sebenarnya hal tersebut dapat terjadi karena kamu sedang merasa kecewa, sedih, atau emosi negatif lainnya. Dengan kata lain, kamu belanja berbagai barang tanpa melihat prioritas kebutuhan, demi melampiaskan perasaan tersebut.

Cara Mencegah Overspending

Meski pengeluaran berlebihan menjadi hal yang sulit diatasi, khususnya jika sudah menjadi kebiasaan, tetapi sebenarnya ada beberapa cara mencegah overspending yang bisa kamu coba terapkan, lho. Berikut beberapa cara mencegahnya yang bisa kamu coba:

1. Mengidentifikasi Penyebab

Hal pertama yang perlu kamu lakukan sebagai upaya mengatasi overspending adalah mengetahui penyebab kamu melakukan hal tersebut. Contohnya seperti ajakan teman untuk pergi nongkrong yang sulit ditolak atau keinginan untuk jajan yang menggebu-gebu.

BACA JUGA :  Pengertian Black Card, Harga, Manfaat dan Cara Mendapatkannya

Tindakan pemicu ini memang harus kamu cari solusinya terlebih dahulu. Apalagi setiap orang pasti memiliki penyebab yang berbeda. Misal, jika kamu sulit menahan ajakan teman untuk nongkrong, bisa mulai dengan berani menolak menggunakan alasan yang sekiranya tidak menyakiti hati dan tidak terkesan kamu sedang menghindar.

2. Hindari Penggunaan Kartu Kredit

Kemudahan fasilitas kartu kredit membuat generasi milenial kini tertarik menggunakannya. Apalagi terdapat sejumlah iming-iming penawaran yang mudah membuat orang tergiur.

Bahkan, menurut data dari nerdwallet.com, sebanyak 44% orang dewasa di Amerika biasa menggunakan kartu kredit untuk membayar belanjaan mereka saat kondisi keuangan sudah over budget.

Nah, demi menghindari pengeluaran berlebihan, sebaiknya kamu tidak menggunakan kartu kredit dalam berbagai kesempatan. Bila perlu, tentukan limit pemakaian per bulan dengan nominal yang tidak akan membuatmu jadi mengeluarkan uang secara berlebihan.

Namun, cara ini akan lebih maksimal, jika kamu benar-benar menjauhi penggunaan kartu kredit, agar tidak tergoda belanja barang-barang yang tidak perlu. Sebaliknya, usahakan untuk membawa uang tunai secukupnya untuk keperluan belanja.

3. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Apabila terdapat kondisi tertentu yang membuatmu terpaksa menggunakan kartu kredit, maka pastikan untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Sebab, biasanya kartu kredit memiliki bunga yang relatif besar, apabila terlambat membayar tagihan.

Jadi, pastikan untuk mengetahui tenggat waktu pembayaran tagihan dari kartu kredit yang kamu gunakan, ya. Dengan begitu, kamu bisa menghindari keterlambatan tersebut.

4. Mencatat Semua Pengeluaran

Pada awalnya, mencatat semua pengeluaran setiap harinya adalah hal yang merepotkan bagi banyak orang. Namun, hal ini penting untuk kamu lakukan, demi bisa menemukan penyebab terjadinya pengeluaran berlebihan.

Dari survey yang dilakukan cnbc.com, beberapa kategori utama yang membuat seseorang jadi overspending adalah karena ketagihan belanja online, layanan subscription di platform online, dan juga kebiasaan ngopi di cafe.

BACA JUGA :  Istilah Old Money dan Siapa Saja yang Menyandangnya

Makanya, sangat penting untukmu melakukan pencatatan keuangan, agar tahu di kategori mana, kamu lebih banyak menghabiskan uang selama satu bulan.

Dari hasil pencatatan keuangan setiap bulan tersebut, kamu bisa mengetahui untuk apa saja uang tersebut kamu keluarkan. Dengan begitu, kamu pun bisa mengevaluasi, agar kondisi ini tidak terjadi lagi di bulan berikutnya.

5. Membuat Prioritas dan Tujuan Finansial

Tanpa disadari, seseorang yang mengeluarkan uang secara berlebihan adalah mereka yang tidak memiliki tujuan finansial. Sebab, jika memiliki prioritas dan tujuan, sudah pasti akan menjaga aset keuangannya dengan baik.

Adapun prioritas dan tujuan finansial sendiri juga sangat beragam. Ada orang yang memiliki rencana untuk punya rumah di tahun tertentu, liburan, menikah, investasi, dan lainnya. 

Maka dari itu, sebaiknya mulai sekarang kamu membuat prioritas dan tujuan keuangan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi, nantinya kamu tidak akan terfokus pada kesenangan pada diri sendiri yang berakhir dengan pengeluaran berlebihan.

Sudah Lebih Paham tentang Istilah Overspending?

Memang tak dapat dipungkiri jika pengeluaran berlebihan menjadi hal yang kini sering terjadi di kalangan generasi milenial dengan faktor penyebab yang beragam. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita untuk lebih waspada dan mencegah overspending dengan cara-cara di atas serta memanfaatkan aplikasi manajemen keuangan.

Mencegah terjadinya pengeluaran berlebihan tak hanya dapat membuat kondisi keuanganmu jadi membaik dan lebih stabil, tetapi juga membuat rencana dan tujuan finansial menjadi lebih realistis untuk dicapai. Jadi, pastikan kini kamu tak lagi overspending demi memenuhi gaya hidup hedonis dan konsumerisme, ya!